Selamat Datang

Desa Pangsan terletak di kecamatan Petang kabupaten Badung.

Segalanya ada disini

Nikmati pemandangannya, Hasil alamnya, dan juga Budayanya.

Tracking

Berjalan diantara keindahan alam Desa Pangsan.

Rafting

Adrenalin mengalir deras bersama perahu dan keceriaan anda.

Desa Wisata

Menikmati hasil alam langsung dari sumbernya.

Monday, July 22, 2013

Jagung



Jagung merupakan salah satu produk agribisnis yang banyak ditemui di desa pangsan pada saat musim – musim kemarau. Terdapat beberapa jenis jagung yang sering ditanam di desa pangsan, yaitu jagung jenis tongkol dua, jagung hibrida dan jagung manis. Jenis jagung yang paling banyak ditanam oleh petani di desa pangsan adalah jenis tongkol dua dan hibrida, karena pada jagung jenis ini memiliki karakteristik dan ketahanan terhadap hama yang paling kuat dibandingkan dengan jenis – jenis jagung lainnya dengan kata lain jagung jenis ini merupakan jagung varietas unggul. Selain itu topografi tanah di desa pangsan itu sendiri sangat mempengaruhi tumbuh kembang dari jagung itu sendiri serta jagung tongkol dua ini digunakan sebagai tanaman sela atau tumpang sari. Jagung – jagung hasil dari panen yang telah dilakukan ini biasanya dipasarkan di daerah desa pangsan atau daerah lain diluar pangsan, selain itu hasil jagung yang diperoleh biasanya diolah sendiri menjadi beberapa produk makanan. Pemanenan buah jagung itu sendiri biasanya dilakukan tiga bulan sekali selama setahun dengan rata – rata hasil panen berkisar antara 300 Kg/ panen. Hasil panen buah jagung yang diperoleh oleh petani jagung ini biasanya sebagian besar di jual ke Tengkulak.  

Kacang Kedelai

   
 Desa Pangsan merupakan salah satu desa yang sedang giat merintis bidang pariwisata. Hal tersebut dapat dilihat dari upaya meningkatkan intensitas publikasi potensi wisata melalui pembentukan kelompok sadar wisata mekar buana. Pembentukan kelompok sadar wisata tersebut tentunya memerlukan dukungan dari berbagai sektor lainnya, termasuk sektor pertanian. Sebagai desa wisata, sektor pertanian yang terdapat di Pangsan juga memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan oleh masyarakat setempat. Potensi pertanian yang terdapat di Desa Pangsan tentunya dapat berintegrasi dengan potensi pariwisata. Sebagai daerah pariwisata tentunya Pangsan memerlukan pasokan bahan pangan secara kontinu sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan sektor pariwisata. Perlu diketahui bersama bahwa terdapat beberapa produk pertanian yang dihasilkan oleh sektor pertanian di Pangsan, salah satunya adalah kacang kedelai. 
     Kacang kedelai merupakan salah satu tanaman yang dihasilkan oleh petani di Desa Pangsan dan memiliki kualitas yang cukup bagus. Terdapat 3 pengelompokkan kualitas kacang kedelai yang dibudidayakan di Desa Pangsan, yakni grade A, grade B dan grade C. Perbedaan grade yang diperoleh dari hasil produksi secara umum disebabkan oleh pengaruh iklim selama pelaksanaan usahatani tersebut. Perbedaan kualitas produk kacang kedelai tersebut tentunya menyebabkan adanya selisih harga antargrade. Sebagai contoh, kacang kedelai yang bergrade A dapat dijual dengan harga Rp 6.000,00-Rp 6.500,00 per kg. Berbeda halnya dengan kacang kedelai yang bergrade B dan C hanya terjual dengan harga masing-masing Rp 5.000,00 untuk grade B dan Rp 4.000,00 untuk grade C. 
     Dalam proses produksi, secara umum petani di Desa Pangsan memerlukan 1 kg bibit kacang kedelai untuk penanaman pada lahan seluas 1 are. Bibit yang digunakan dalam budidaya kacang kedelai secara umum berjenis anjasmara. Petani biasanya mendatangkan jenis bibit tersebut dari daerah Banyuwangi-Jawa Timur. Bibit tersebut diperoleh petani dengan harga Rp 8.000,00 per kg yang telah siap tanam. Tanaman kacang kedelai yang siap panen ketika telah berumur 3 bulan yang terhitung setelah tanam. Tanaman kacang kedelai yang memiliki pertumbuhan baik akan mampu berproduksi sekitar 12-13 kg/are dalam keadaan kering. Petani Desa Pangsan biasanya menjual hasil produksinya kepada usaha pengolahan tahu dan tempe, meski demikian produksi petani Desa Pangsan tidak mampu memenuhi kebutuhan produksi usaha pengolahan tahu dan tempe sehingga pemilik usaha membeli kacang kedelai dari daerah lain. Kenyataan tersebut tentunya dapat menjadi faktor pendorong bagi warga Desa Pangsan untuk memaksimalkan potensi pertaniannya sehingga mampu mensejahterakan hidup keluarganya. 
     

Buah Durian

Daerah di Desa Pangsan juga menghasilkan Durian sebagai komuditi unggulannya , jenis durian yang ditanam adalah durian unggul yaitu durian yang memiliki kulit tipis, biji kecil dan memiliki daging yang tebal dan aroma yang khas.

Kondisi iklim di Desa pangsan sangat cocok untuk penanaman Durian. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya pohon Durian yang terdapat di perkebunan ataupun persawahan di Desa Pangsan.

Durian yang ditanam di Desa Pangsan rata – rata sudah berumur tahunan dan hanya sebagian kecil yang berumur puluhan tahun. Hasil perkebunan durian ini banyak dijual keluar Desa Pangsan seperti ke Denpasar, selain itu jika musim durian sudah tiba sebagian masyarakat menjual hasil panen mereka dipinggir jalan dan diwarung – warung.

Durian merupakan buah musiman. Biasanya buah Durian berbuah lebat di awal tahun yaitu pada bulan januari dan februari. Pada hari-hari tersebut petani-petani Durian di desa pangsan mulai membuka stand-stand sederhana di pinggiran jalan. Tidak hanya pada wilayah jalanan di Desa Pangsan, banyak petani yang berjualan disepanjang jalan raya Bedugul - Denpasar guna mencari penjualan yang lebih.

Kopi

Kopi merupakan salah satu produk agribisnis yang digemari oleh masyarakat umum. Sebagai salah satu desa agrowisata, Desa Pangsan merupakan salah satu penghasil komoditi kopi unggulan. Terdapat 3 jenis kopi yang ditanam oleh warga Desa Pangsan yaitu Coffea arabica, Coffea robusta dan Coffea liberica. Jika dipelihara dengan baik kopi dapat memberi hasil mulai dari umur 8 tahun dan dapat berbuah baik selama 15-18 tahun. Di Desa Pangsan, jenis kopi yang paling banyak ditanam adalah Coffea robusta karena kopi jenis ini lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit, selain itu topografi Desa Pangsan sangat mendukung untuk mengembangkan kopi jenis robusta ini. Untuk kopi jenis robusta harga jual di pasaran adalah sekitar 25.000/ kg sebagian besar hasil perkebunan kopi ini dijual ke pabrik kopi yang terdapat di Desa pangsan , dengan adanya pabrik kopi ini diharapkan taraf hidup masyarakat khususnya petani kopi dapat meningkat . Bagi para pencinta kopi, jenis kopi robusta ini memiliki rasa yang lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak.


Buah Salak

Di Desa Pangsan  jenis tanaman buah yang banyak ditanam oleh masyarakat adalah  salak, manggis , dan durian. Salak merupakan salah satu produk hortikultura yang berpotensi untuk ditanam dan dikembangkan di Desa Pangsan. Berdasarkan topografi ini Desa Pangsan sangat memenuhi kriteria untuk pengembangan salak ini. Ketinggian tanah yang sesuai untuk tanaman salak adalah 0-700 meter diatas permukaan laut Dalam satu tahun tanaman salak  di Desa Pangsan dapat dipanen tiga kali. Jadi ada tiga musim panen dalam satu tahunnya, yaitu panen besar pada bulan November dan Februari, panen sedang pada bulan Mei dan Agustus, dan panen kecil pada bulan Maret dan Oktober .

Monday, July 8, 2013

Buah Kakao

Desa Pangsan adalah salah satu desa agrowisata yang memiliki kekayaan sumber daya alam serta  keindahan alam yang indah. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki oleh Desa Pangsan telah dioptimalkan oleh warganya dengan cara memaksimalkan pengembangan komoditi yang terdapat di daerah tersebut. Salah satu sumber komoditi yang diandalkan oleh warga Desa Pangsan adalah kakao.  Jenis kakao (Theobroma cacao, L.) yang ditanam di Desa Pangsan ada  3 jenis, yakni jenis Criollo, Forastero, dan Trinitario. Tanaman kakao biasanya dipanen oleh warga setiap 3 bulan sekali dengan rata-rata hasil panen sekitar 15 kg dengan diambil hanya bijinya saja yang sudah dalam keadaan kering dan sudah difermentasi dengan harga mencapai 16.000/ kg. Hasil panen kakao yang diperoleh warga Desa Pangsan sebagian besar telah dibeli oleh para tengkulak. Sementara itu limbah kakao yang terdapat di Desa Pangsan hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak sehingga perlu dilakukan suatu pengolahan yang tepat agar menghasilkan produk yang menguntungkan secara ekonomis dan ramah lingkungan. 


Kacang Tanah

   
Sektor pertanian di Pangsan tidak hanya mengembangkan produk kacang kedelai namun juga mengembangkan produk kacang tanah. Kacang tanah merupakan salah satu tanaman yang dihasilkan oleh petani di Desa Pangsan dan memiliki kualitas yang cukup baik. Terdapat 2 jenis  produk kacang tanah  yang dijual oleh petani Desa Pangsan, yakni dalam bentuk basah dan kering. Perbedaan kualitas produk kacang tanah tersebut tentunya menyebabkan adanya selisih harga antarjenis. Sebagai contoh, kacang tanah dalam keadaan basah hanya terjual dengan harga Rp 8.000,00 per kg. Berbeda halnya dengan kacang tanah dalam keadaan kering dapat terjual dengan harga Rp 12.000,00 per kg. 
     Dalam proses produksi, secara umum petani di Desa Pangsan memerlukan 1 kg bibit kacang tanah untuk penanaman pada lahan seluas 1 are. Bibit yang digunakan dalam budidaya kacang tanah secara umum berjenis bibit lokal. Petani biasanya memperoleh jenis bibit tersebut dari Koperasi Tegal Suci yang terletak di Petang. Terdapat 2 jenis bibit kacang tanah yang biasa dibeli oleh petani, yakni bibit yang berkulit dan tanpa kulit (biji). Bibit dengan kulit dapat diperoleh petani dengan harga Rp 12.000,00 per kg sedangkan bibit tanpa kulit dijual dengan harga Rp 23.000,00-Rp 25.000,00 per kg. Tanaman kacang tanah siap panen ketika telah berumur 5-6 bulan yang terhitung setelah tanam. Tanaman kacang tanah yang memiliki pertumbuhan baik akan mampu berproduksi sekitar 200 kg/are dalam keadaan basah dan mampu menghasilkan sekitar 70 kg/are dalam keadaan kering. Petani Desa Pangsan biasanya menjual hasil produksinya kepada para tengkulak dengan harga Rp 150.000,00 per are. Kenyataan tersebut tentunya dapat menjadi faktor pendorong bagi warga Desa Pangsan untuk memaksimalkan potensi pertaniannya sehingga mampu mengembangkan sistem pemasaran yang lebih baik dengan demikian petani dapat memperoleh keuntungan yang maksimal.